• 07 Feb, 2026

Bawah Tanah Fest: Distorsi, Perlawanan, dan Ritual Kolektif di Garut

Mediamassa.id - Garut akan kembali bergetar. Bukan oleh gempa alam, melainkan oleh distorsi, teriakan, dan energi kolektif yang lahir dari ruang-ruang gelap musik bawah tanah. 

Aliansi Distorsi bersekutu dengan Konspirasi Hitam menghadirkan Bawah Tanah Fest, sebuah perayaan keras kepala bagi mereka yang memilih jalan bising ketimbang diam.

Berlokasi di Reverdose, Garut, Sabtu 7 Februari 2026, festival ini bukan sekadar panggung musik. Ia adalah ritual, tempat berbagai sub-genre keras bertemu, saling menghantam, lalu menyatu dalam satu napas: perlawanan terhadap kemapanan selera.

Sejak siang hari sekira pukul 13.00 WIB, panggung akan dibuka oleh Pasukan Teler, disusul rentetan band-band yang membawa identitas masing-masing—dari Angels of Death, Bdenk Chaos, hingga Open The Door—mengalir tanpa basa-basi. Distorsi dibentangkan sejak awal, tanpa permintaan maaf.

Selepas jeda Ashar, intensitas kembali dinaikkan. Brain Death, Blisstering, Difteri, Tutab, hingga Katana akan mengisi ruang dengan energi mentah yang tak dibuat-buat. Ini bukan musik untuk semua telinga—dan memang tidak pernah diniatkan demikian.

Salah satu momen penting Bawah Tanah Fest adalah kehadiran Man Jasad, bukan hanya sebagai penampil, tetapi juga dalam sharing session. 

Di titik ini, panggung berubah fungsi: dari sekadar arena pertunjukan menjadi ruang berbagi pengalaman, sejarah, dan ideologi bertahan hidup di skena musik ekstrem Indonesia.

Setelah Magrib, malam ditutup dengan deretan nama yang memastikan tidak ada jalan pulang dengan tubuh segar. Land of Terror, TB Cahaya Abadi Pangkajian, Keparat, hingga Pleasure Noise akan menjadi penanda akhir—atau justru awal—dari kekacauan yang disengaja.

Bawah Tanah Fest menegaskan satu hal: skena tidak mati. Ia hanya berpindah tempat, berganti wajah, dan terus menemukan cara untuk hidup—di luar industri, di luar algoritma, dan jauh dari panggung steril.

Ini bukan konser untuk pamer.
Ini bukan festival untuk pencitraan.

Ini adalah pertemuan mereka yang memilih tetap di bawah tanah—dengan suara keras, sikap tegas, dan solidaritas yang tidak bisa dibeli. (*)

Reinhold Christiansen

Queen in a pleased tone. 'Pray don't trouble yourself to say to itself in a melancholy air, and.