• 25 Jul, 2026

Fajar T.U.T.A.B: Jejak Sang Bassis Pertama yang Tak Pernah Hilang

Fajar T.U.T.A.B: Jejak Sang Bassis Pertama yang Tak Pernah Hilang

Mediamassa.id – Setiap band memiliki nama-nama yang menjadi pondasi awal berdirinya. Mereka mungkin tidak selalu berada di setiap babak perjalanan, tetapi tanpa kehadiran mereka, sejarah band itu tidak akan pernah dimulai. Di T.U.T.A.B, sosok itu adalah Fajar, bassis pertama yang ikut membangun fondasi band punk asal Garut ini sejak didirikan pada 1996.

Bersama Ronny "Bono" (vokal), Joy (drum), dan Denny "Emoh" (gitar), Fajar menjadi bagian dari formasi pertama T.U.T.A.B. Mereka memulai semuanya dari nol, di masa ketika skena bawah tanah Garut masih bertumbuh dan segala sesuatu dilakukan dengan semangat Do It Yourself.

333100.jpg

Tidak ada fasilitas yang memadai, tidak ada media sosial, apalagi industri yang membuka jalan. Yang ada hanyalah ruang latihan sederhana, alat musik seadanya, dan keyakinan bahwa musik punk adalah media untuk menyuarakan kegelisahan sekaligus membangun persaudaraan.

Di tengah formasi awal itulah Fajar mengisi lini bass. Permainannya menjadi fondasi ritmis yang menyatu dengan hentakan drum Joy dan riff gitar Emoh, sementara Bono meneriakkan lirik-lirik yang menjadi identitas awal T.U.T.A.B.

Masa itu menjadi periode yang membentuk karakter band. Dari berbagai latihan, pertemuan dengan komunitas, hingga tampil di panggung-panggung kecil, T.U.T.A.B mulai dikenal sebagai salah satu band yang ikut mewarnai perkembangan skena punk di Garut.

Meski perjalanan Fajar bersama T.U.T.A.B tidak berlangsung sepanjang personel lainnya, kontribusinya tidak pernah dipandang kecil. Ia adalah bagian dari langkah pertama band ini. Tanpa formasi awal tersebut, mungkin T.U.T.A.B tidak akan tumbuh menjadi band yang mampu bertahan hampir tiga dekade.

Setelah tidak lagi aktif bersama T.U.T.A.B, Fajar memilih menjalani kehidupannya di luar dunia band. Namun hubungan dengan para personel tetap terjalin. Bagi mereka, ikatan yang dibangun sejak masa-masa awal tidak pernah benar-benar putus.

Kabar duka datang pada 29 November 2024. Fajar meninggal dunia dan meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga, sahabat, serta rekan-rekan seperjuangannya di T.U.T.A.B.

Kepergiannya bukan hanya kehilangan bagi orang-orang yang mengenalnya secara pribadi, tetapi juga bagi sejarah T.U.T.A.B. Sebab Fajar adalah bagian dari cerita yang tidak bisa dipisahkan dari lahirnya band tersebut.

Bagi Bono, Emoh, Joy, dan personel lain, nama Fajar akan selalu melekat sebagai salah satu peletak dasar perjalanan T.U.T.A.B.

Perjalanan sebuah band tidak hanya ditulis oleh mereka yang masih berdiri di atas panggung hari ini. Ia juga ditulis oleh mereka yang pernah mengorbankan waktu, tenaga, dan semangat pada masa-masa awal ketika belum ada jaminan bahwa band itu akan bertahan.

Fajar adalah salah satunya.

Meski telah berpulang, jejaknya tetap hidup dalam sejarah T.U.T.A.B. Setiap kali kisah band ini diceritakan, setiap kali perjalanan hampir tiga dekade mereka didokumentasikan, nama Fajar akan selalu disebut sebagai bassis pertama yang ikut menyalakan api T.U.T.A.B sejak 1996.

Kepergiannya memang meninggalkan duka. Namun warisan yang ia tinggalkan jauh lebih besar daripada kesedihan itu sendiri. Ia menjadi bagian dari fondasi yang membuat T.U.T.A.B mampu terus berdiri hingga hari ini.

Karena pada akhirnya, tidak semua orang yang membangun sebuah perjalanan akan menyaksikan garis akhirnya.

Tetapi selama perjalanan itu masih terus dikenang, nama mereka tidak pernah benar-benar hilang. (*)

Sumber: Wawancara mediamassa.id bersama personel T.U.T.A.B dan dokumentasi perjalanan band, 2026.