• 11 Sep, 2026

Babak Baru Land of Terror: The Beginning of the End dan Warisan Bayu Carrera

Babak Baru Land of Terror: The Beginning of the End dan Warisan Bayu Carrera

Mediamassa.id — Ada band yang berubah karena zaman. Ada pula yang berubah karena kehilangan. Bagi Land of Terror (LoT), keduanya datang hampir bersamaan.

541826.jpg

Setelah lebih dari satu dekade bergerak di jalur musik ekstrem, Land of Terror memasuki babak baru melalui mini album ketiganya, The Beginning of the End. Album ini menjadi penanda perubahan musikal sekaligus ruang untuk berdamai dengan masa lalu, menghadapi masa depan, dan meneruskan perjalanan setelah kepergian salah satu orang penting dalam tubuh band, Bayu Carrera.

Melawan waktu adalah bentuk pendewasaan musikalitas kami. Setiap lagu menceritakan tentang bagaimana kita berdamai dengan masa lalu untuk menghadapi masa depan,” demikian gagasan yang menjadi pijakan Land of Terror dalam menggarap materi terbarunya.

Perubahan itu terdengar jelas. Setelah sebelumnya dikenal dengan karakter grindcore/grindpunk yang cepat, kasar dan eksplosif, Land of Terror kini memilih bergerak menuju hardcore metal yang lebih kelam, gelap dan tajam. Pergantian vokalis menjadi salah satu pemicu lahirnya warna baru tersebut.

Di balik perubahan musikal itu, LoT tetap membawa kegelisahan yang selama ini menjadi bagian dari identitas mereka. The Beginning of the End menyuarakan keresahan terhadap stigma yang tumbuh di tengah masyarakat, termasuk kritik terhadap bobroknya iman dan persoalan kedaulatan negeri.

Dengan demikian, perubahan genre bagi Land of Terror bukan sekadar pergantian bunyi. Ia menjadi bagian dari proses pendewasaan. Musik yang lebih gelap dipilih untuk membawa lirik yang juga semakin reflektif dan tajam.

Namun, perjalanan menuju mini album ketiga ini tidak berlangsung dalam keadaan biasa.

Bayu Carrera, gitaris Land of Terror, telah meninggal dunia. Kepergiannya meninggalkan ruang kosong yang tidak mudah diisi, terutama karena Bayu bukan sekadar nama di belakang gitar. Ia merupakan bagian dari perjalanan dan sejarah LoT.

Di titik inilah keputusan Land of Terror untuk memasukkan Levina Phelia Putri, putri Bayu Carrera, sebagai gitaris dalam mini album ini menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar keputusan musikal.

Levina meneruskan posisi ayahnya di tubuh Land of Terror. Sebuah keputusan yang berani, sekaligus menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi LoT terhadap Bayu Carrera.

Ada sesuatu yang emosional dalam pilihan tersebut. Sebab gitar yang sebelumnya dimainkan Bayu kini diteruskan oleh anaknya. Bukan untuk menggantikan sosok yang telah pergi—karena tidak ada yang benar-benar bisa menggantikan seseorang—melainkan untuk menjaga agar jejak yang ditinggalkannya tidak berhenti begitu saja.

Di dalam konteks itu, The Beginning of the End menjadi semacam dokumen perjalanan. Judulnya memang terdengar seperti pertanda kehancuran, tetapi bagi LoT, akhir justru dapat menjadi pintu menuju sesuatu yang baru.

Formasi Land of Terror dalam fase ini diperkuat oleh Rull pada vokal, Bayu Carrera pada gitar dalam jejak sejarah materi sebelumnya, dan Hendra Suhe pada drum, dengan Levina Phelia Putri kini mengambil posisi gitar untuk meneruskan perjalanan LoT.

Kehadiran Levina juga memperlihatkan bagaimana sebuah skena dapat menyimpan ingatan dengan caranya sendiri. Bukan melalui monumen atau upacara besar, melainkan melalui suara gitar, panggung, latihan, rekaman, dan keberanian untuk kembali bermain setelah kehilangan.

Bagi Land of Terror, masa lalu bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Ia justru menjadi bagian dari perjalanan menuju bentuk baru.

Karena itu, The Beginning of the End tidak semata-mata bicara tentang akhir. Ia berbicara tentang perubahan, kehilangan, keresahan, dan keberanian untuk terus berjalan.

Dan mungkin, di situlah makna sebenarnya dari melawan waktu: bukan berusaha menghentikannya, tetapi menerima bahwa segala sesuatu berubah—sementara suara yang pernah kita tinggalkan dapat terus hidup melalui orang-orang yang memilih meneruskannya.

541825.jpg

Land of Terror kini bergerak dengan wajah baru. Lebih gelap. Lebih tajam. Tetapi membawa ingatan yang sama.

Bayu telah pergi.

Gitar itu belum berhenti berbunyi. (*)