• 09 May, 2026

Dari Aktivis Perempuan hingga Wakil Rakyat, Jejak Panjang Imas Aan

Dari Aktivis Perempuan hingga Wakil Rakyat, Jejak Panjang Imas Aan

Mediamassa.id - Imas Aan Ubudiah merupakan salah satu tokoh perempuan asal Garut yang berhasil menembus panggung politik nasional melalui Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Lahir di Garut, Jawa Barat, pada 19 April 1975, Imas dikenal sebagai sosok yang tumbuh dari lingkungan organisasi keagamaan dan sosial sebelum akhirnya dipercaya menjadi Anggota DPR RI periode 2024–2029 dari Daerah Pemilihan Jawa Barat XI yang meliputi Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Tasikmalaya.

Pada Pemilu Legislatif 2024, Imas Aan berhasil meraih 126.813 suara. Raihan tersebut mengantarkannya ke Senayan sebagai salah satu wakil rakyat perempuan dari wilayah Priangan Timur. Keberhasilannya dinilai tidak lepas dari rekam jejak panjangnya dalam organisasi, aktivitas sosial, hingga pengabdian di dunia politik.

Perjalanan pendidikan Imas dimulai di SD Negeri Sari Bukit Garut dan lulus pada 1988. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan ke SMP Al Hikam Garut dan menamatkannya pada 1991. Pendidikan menengah atas ditempuh di MA Negeri 2 Garut hingga lulus pada 1994. Meski telah aktif dalam berbagai kegiatan organisasi dan sosial, Imas tetap melanjutkan pendidikan tinggi dan berhasil meraih gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) dari Sekolah Tinggi Agama Islam Yamisa Soreang, Bandung, pada tahun 2008.

Sebelum terjun penuh ke politik nasional, Imas dikenal aktif dalam berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan. Ia pernah menjabat Direktur Women Crisis Center, lembaga yang bergerak dalam pendampingan dan perlindungan perempuan. Pengalaman tersebut membentuk kepeduliannya terhadap isu sosial, pendidikan, dan pemberdayaan keluarga.

Selain aktif di dunia sosial, Imas juga memiliki pengalaman di bidang profesional dan korporasi. Ia pernah menjabat sebagai Direktur PT Mutiara Bumi Selatan serta dipercaya menjadi Komisaris Independen PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Pengalaman tersebut memperluas kapasitasnya dalam memahami persoalan pembangunan, manajemen organisasi, dan tata kelola kelembagaan.

Karier organisasi Imas Aan banyak tumbuh dari lingkungan Nahdlatul Ulama. Ia pernah menjabat Ketua Fatayat NU Kabupaten Garut periode 1999–2004. Dalam masa kepemimpinannya, Fatayat NU aktif mendorong penguatan peran perempuan muda NU dalam bidang sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Kiprahnya di organisasi kepemudaan juga terlihat saat dipercaya menjadi Bendahara KNPI Kabupaten Garut periode 2005–2008.

Di dunia politik, Imas termasuk kader perempuan PKB yang meniti karier dari daerah hingga tingkat pusat. Ia pernah menjabat Ketua DPC PKB Kabupaten Garut dan kemudian dipercaya menjadi Wakil Bendahara DPP PKB periode 2011–2014. Selain itu, ia juga aktif sebagai Pengurus Harian PP Fatayat NU periode 2016–2021.

Konsistensinya dalam organisasi, dunia sosial, dan politik membuat namanya dikenal luas, khususnya di kalangan masyarakat Nahdliyin dan kelompok perempuan. Kehadirannya di DPR RI diharapkan mampu membawa aspirasi masyarakat Priangan Timur, terutama terkait pemberdayaan perempuan, pendidikan, kesejahteraan sosial, dan pembangunan daerah.

Bagi sebagian masyarakat Garut dan Tasikmalaya, perjalanan Imas Aan Ubudiah menjadi bukti bahwa kiprah politik perempuan dapat tumbuh dari akar organisasi dan pengabdian sosial yang panjang. Dari ruang-ruang aktivisme hingga kursi parlemen nasional, Imas membawa pengalaman lapangan yang menjadi modal penting dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. (*)

Diolah dari berbagai sumber