Mediamassa.id - Musik adalah perjalanan, dan bagi Tamasya Nada, setiap perjalanan selalu dimulai dari sebuah cerita. Berasal dari Garut, Jawa Barat, band yang berdiri pada tahun 2021 ini hadir membawa warna musik yang memadukan Rocksteady sebagai fondasi utama dengan sentuhan Ska, Reggae, Jazz, Punk, dan Blues. Perpaduan tersebut melahirkan karakter musik yang hangat, enerjik, dan memiliki identitas yang kuat.

Sejak awal terbentuk, Tamasya Nada berkomitmen untuk menghadirkan karya-karya orisinal yang lahir dari pengalaman dan realitas kehidupan. “Lirik yang kami buat berisi kisah tentang persahabatan, cinta, kritik sosial, hingga harapan. Itu benang merah dalam setiap lagu yang kami ciptakan,” jelas Akoy.
Lirik yang sederhana dipadukan dengan aransemen yang kaya membuat musik mereka mudah diterima tanpa kehilangan kedalaman makna.
Band ini diperkuat oleh Bayu Carrera (Vokal/Gitar), Ipan Akoy (Gitar), Acil Ramdhani (Bass), dan M. Ari Saptahadi (Drum). “Kami berempat membawa latar belakang musikal yang beragam. Itu kemudian kami lebur menjadi satu kesatuan, yang menghasilkan warna musik khas Tamasya Nada,” sebut Ari.

Di atas panggung, Tamasya Nada selalu mengedepankan energi, kedekatan, dan interaksi dengan penonton. “Pertunjukan musik bukan sekadar memainkan lagu, melainkan membangun pengalaman yang dapat dinikmati bersama,” ujar Acil.
Karena itu, mereka aktif tampil di berbagai festival musik lokal, panggung komunitas, acara kampus, hingga berbagai kegiatan hiburan lainnya.
Perjalanan mereka terus berkembang melalui karya-karya orisinal. Single perdana bertajuk "Bahagia Segera" menjadi langkah awal Tamasya Nada memperkenalkan identitas musikalnya kepada publik.
Konsistensi tersebut juga mengantarkan mereka meraih Juara 1 Kompetisi Gudang Garam Musik, sebuah pencapaian yang semakin mengukuhkan eksistensi mereka di skena musik independen.
“Bagi kami, musik bukan sekadar hiburan, tetapi juga ruang untuk menyampaikan pesan dan membangun hubungan dengan para pendengar,” kata Bayu.
Band ini memiliki tekad untuk tumbuh sebagai kelompok musik independen yang mampu menghasilkan karya-karya berkualitas sekaligus memberikan inspirasi melalui setiap lagu yang mereka bawakan.
“Musik adalah bahasa universal yang dapat menyatukan berbagai latar belakang dan pengalaman hidup,” tambah Bayu.

Semangat tersebut diwujudkan dengan terus menciptakan lagu-lagu orisinal yang memiliki karakter kuat, mengembangkan kualitas musikalitas dan penampilan panggung, serta membuka ruang kolaborasi dengan musisi maupun komunitas kreatif.
Melalui platform digital dan pertunjukan langsung, Tamasya Nada ingin menjangkau lebih banyak pendengar dan membawa karya-karya mereka melintasi batas daerah menuju panggung musik yang lebih luas.
Dengan semangat berkarya yang konsisten, karakter musik yang autentik, dan energi yang selalu mereka hadirkan di setiap penampilan.
“Kami di Tamasya Nada berusaha untuk terus melangkah dan berkarya. Harapannya ya semoga bisa jadi salah satu representasi musik independen dari Garut yang konsisten memperkenalkan warna Rocksteady kepada khalayak yang lebih luas. Dari Garut, untuk Indonesia,” tutup Bayu. (*)

Personel
- Bayu Carrera – Vokal & Gitar
- Ipan Akoy – Gitar
- Acil Ramdhani – Bass
- M. Ari Saptahadi – Drum
Pencapaian
- Juara 1 Kompetisi Gudang Garam Musik.
- Merilis single perdana "Bahagia Segera".
- Tampil di berbagai festival musik lokal, acara kampus, panggung komunitas, dan berbagai event hiburan.
Kontak Manajemen
Bayu Carrera
WhatsApp: +62 882-0003-23900
Instagram: @Tamasya_Nada
Email: @Bayu Carrera