Mediamassa.id — Yulian Gunhar merupakan salah satu politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang konsisten menapaki karier di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) sejak 2014. Ia telah menjalani dua periode penuh, 2014–2019 dan 2019–2024, serta kembali melanjutkan kiprahnya pada periode berikutnya, menjadikannya salah satu legislator dengan pengalaman lebih dari satu dekade di parlemen.
Lahir di Palembang pada 6 Juli 1973, Yulian berasal dari basis daerah yang memiliki karakter ekonomi kuat di sektor energi dan sumber daya alam. Ia mewakili daerah pemilihan Sumatera Selatan II pada periode 2014–2024, yang mencakup wilayah seperti Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, Lahat, hingga Prabumulih—daerah dengan potensi energi dan pertambangan yang signifikan.
Salah satu hal yang menonjol dari kiprahnya adalah kemampuannya bertahan dalam kontestasi politik elektoral selama lebih dari sepuluh tahun. Dalam sistem politik yang kompetitif, konsistensi ini mencerminkan adanya basis dukungan yang relatif stabil di daerah pemilihannya. Keberlanjutan tersebut juga menunjukkan kemampuannya menjaga komunikasi politik dengan konstituen sekaligus mempertahankan relevansi di tingkat nasional.
Di parlemen, Yulian berkiprah di Komisi VII DPR RI, komisi yang membidangi energi, riset, dan teknologi. Posisi ini menempatkannya dalam pembahasan isu-isu strategis yang berkaitan langsung dengan kepentingan nasional, seperti kebijakan minyak dan gas, pertambangan, transisi energi, hingga hilirisasi industri. Peran ini tidak hanya penting secara nasional, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan daerah yang diwakilinya.
Keterlibatan di Komisi VII menjadikan Yulian berada dalam ruang diskusi kebijakan yang menentukan arah pengelolaan sumber daya alam Indonesia. Ia dikenal mendorong agar pemanfaatan sumber daya tidak berhenti pada eksploitasi bahan mentah, tetapi diarahkan pada peningkatan nilai tambah melalui industrialisasi dan pengembangan industri hilir. Pendekatan ini sejalan dengan kebutuhan nasional untuk memperkuat struktur ekonomi.
Ciri lain yang menonjol dari profilnya adalah keterkaitan kuat antara latar belakang daerah pemilihan dan fokus kebijakan yang diusung. Sumatera Selatan sebagai daerah penghasil energi dan mineral menjadi pijakan bagi Yulian dalam mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada daerah. Ia menekankan pentingnya agar wilayah penghasil mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar, baik melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan investasi, maupun penguatan industri lokal.
Selain itu, Yulian juga kerap menyoroti isu pemerataan pembangunan, terutama di daerah-daerah yang memiliki potensi besar tetapi belum sepenuhnya terkelola secara optimal. Perspektif ini muncul dalam berbagai pembahasan kebijakan yang berkaitan dengan distribusi hasil sumber daya dan pengembangan wilayah.
Dari sisi pendidikan, Yulian menempuh studi di Universitas Lampung dan melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Palembang. Latar belakang akademik ini menjadi bagian dari fondasi dalam menjalankan peran legislasi, pengawasan, dan penganggaran di DPR.
Sebagai kader PDI-P, ia juga aktif dalam membangun komunikasi politik di tingkat daerah. Kedekatannya dengan konstituen menjadi salah satu faktor yang mendukung keberlanjutan karier politiknya di parlemen.
Dengan pengalaman panjang dan keterlibatan dalam isu-isu strategis, Yulian Gunhar menjadi salah satu representasi politisi daerah yang konsisten mengawal sektor energi dan pembangunan berbasis sumber daya lokal di tingkat nasional. Tiga hal yang paling menonjol dari profilnya—yakni konsistensi bertahan lebih dari satu dekade di DPR, keterlibatan di komisi strategis energi, serta fokus pada pemanfaatan sumber daya daerah—menjadi karakter utama yang membentuk kiprahnya di Senayan. (*)
Sumber: Wikipedia, data parlemen.