• 16 Sep, 2026

Bayu Carrera dan Jejak yang Tertinggal di Skena Musik Garut

Bayu Carrera dan Jejak yang Tertinggal di Skena Musik Garut

Mediamassa.id Ada orang-orang yang ketika pergi, ternyata tidak benar-benar meninggalkan tempat yang pernah mereka tinggali. Suaranya masih terselip di antara lagu-lagu lama, wajahnya muncul dalam ingatan ketika sebuah nama disebut, dan cerita tentang dirinya terus berpindah dari satu tongkrongan ke tongkrongan lain. 

Kurnia Bayu, yang lebih dikenal sebagai Bayu Carrera, barangkali termasuk di antaranya. Rabu malam, 16 September 2026, Irish Coffee & Eatery di Jalan Patriot No. 2, Simpang Lima, Garut, akan menjadi titik temu bagi kawan-kawan dan pelaku skena musik yang ingin mengenang Bayu melalui sesuatu yang paling dekat dengan perjalanan hidupnya: musik. 

Bertajuk “In Memoriam Kurnia Bayu”, acara yang dimulai pukul 18.30 WIB itu bukan sekadar pertunjukan musik dengan label tribute. Ada hubungan yang jauh lebih personal di balik nama-nama yang akan memenuhi panggung.

Bayu bukan hanya dikenal sebagai vokalis Tamasya Nada. Semasa hidupnya, ia juga pernah dan tengah menjadi bagian dari Silent, Everyday Enjoy, dan Keepclop. 

Band-band tersebut merupakan ruang ekspresi musikal yang pernah dilaluinya, tempat ia bertemu dengan orang-orang, berbagi panggung, memainkan lagu, bertukar energi, dan menjalani bagian dari perjalanan hidupnya melalui musik.

Karena itu, ketika band-band tersebut kembali berada dalam satu panggung setelah Bayu pergi, ada sesuatu yang terasa berbeda. Mereka tidak sekadar datang membawa repertoar masing-masing. 

Masing-masing membawa potongan cerita tentang Bayu, tentang masa-masa yang pernah mereka jalani bersama, dan tentang seorang kawan yang dulu berada di antara mereka.

Event malam nanti seperti membuka kembali sebuah album yang halaman-halamannya tersebar di banyak tangan. Tamasya Nada memiliki satu bagian cerita. Silent menyimpan bagian yang lain.

Begitu pula Everyday Enjoy dan Keepclop. Tidak seorang pun mungkin memiliki keseluruhan cerita tentang Bayu, tetapi masing-masing menyimpan kepingannya sendiri.

Kepingan itu bisa berupa sebuah panggung yang sudah lama berlalu, ruang latihan yang pengap, perjalanan menuju tempat pertunjukan, obrolan setelah manggung, candaan yang dulu terasa remeh, atau sebuah lagu yang tiba-tiba terasa berbeda setelah orang yang pernah memainkannya bersama mereka sudah tidak ada.

Di situlah kekuatan emosional malam tersebut berada. Bayu tidak dikenang hanya melalui satu band atau satu periode perjalanan musikal. Ia seperti dipanggil kembali melalui orang-orang dan ruang-ruang musik yang pernah menjadi bagian dari hidupnya.

Panggung Irish malam ini pun akan memiliki warna yang beragam. Silent hadir dengan repertoar alternative hits. Everyday Enjoy akan membawakan repertoar Green Day, sementara Keepclop memainkan repertoar Red Hot Chili Peppers. 

Sementara itu, Tamasya Nada feat. Levi, putri Bayu, akan menjadi salah satu penampilan yang membawa hubungan paling langsung dengan perjalanan Bayu.

Pilihan lagu-lagu tersebut bukan sekadar urusan memainkan repertoar yang dikenal penonton. Di baliknya ada pengalaman musikal yang pernah menjadi bagian dari kehidupan Bayu dan kawan-kawannya. 

Musik yang dahulu mungkin dimainkan untuk bersenang-senang, mengisi panggung, atau sekadar mengekspresikan kegelisahan anak-anak skena, malam itu mendapatkan makna baru.

Sebuah lagu Green Day mungkin terdengar seperti lagu Green Day bagi sebagian penonton. Namun bagi seseorang yang pernah berdiri bersama Bayu, lagu yang sama bisa membawa ingatan pada sebuah masa tertentu. 

Begitu pula ketika Keepclop memainkan Red Hot Chili Peppers atau Silent mengalunkan alternative hits. Setiap repertoar bisa menjadi pintu menuju kenangan yang berbeda.

Begitu pula ketika Tamasya Nada kembali bersuara bersama Levi, putrinya. Ada ruang yang dahulu diisi Bayu, dan kini ruang itu terasa sekaligus kosong dan penuh. Kehadiran Levi membawa sisi emosional paling dalam pada event ini.

Kosong karena orangnya sudah tidak ada; penuh karena jejak yang ditinggalkannya masih berada di sana, menempel pada lagu, pada kawan-kawan, dan pada ingatan orang-orang yang pernah menyaksikan perjalanan band tersebut.

Mungkin karena itu, malam penghormatan ini tidak perlu dipahami sebagai acara yang semata-mata berbicara tentang kematian. Ia juga berbicara tentang kehidupan yang pernah dijalani bersama. 

Tentang persahabatan yang tumbuh melalui musik, tentang skena yang menjadi ruang pertemuan, dan tentang bagaimana seseorang bisa meninggalkan jejak jauh melampaui masa ketika ia masih berdiri di atas panggung.

Ada sesuatu yang khas dari cara sebuah skena mengenang orang-orangnya. Tidak selalu dengan seremoni besar, pidato panjang, atau bahasa yang terlalu resmi. 

Kadang cukup dengan berkumpul di sebuah tempat, membawa alat musik, menyalakan amplifier, lalu memainkan lagu-lagu yang pernah menjadi bagian dari perjalanan bersama.

Dari sana, kenangan biasanya datang sendiri.
Mungkin seseorang akan tertawa ketika teringat tingkah Bayu. Yang lain mungkin mengingat sebuah kejadian lama yang selama ini tersimpan di kepala. 

Ada pula yang barangkali hanya akan diam ketika lagu tertentu dimainkan. Semua orang membawa cara masing-masing untuk menghadapi kehilangan, dan tidak ada yang harus sama.

Rahayu Syifa akan memandu malam tersebut sebagai MC, sementara panggung diisi oleh orang-orang yang sebagian pernah menjadi bagian dari perjalanan musikal Bayu. 

Irish Coffee & Eatery pun pada malam nanti bukan sekadar tempat pertunjukan berlangsung, melainkan ruang tempat berbagai cerita tentang seorang kawan bertemu kembali.

Sebab musik memiliki kemampuan yang aneh terhadap ingatan. Ia tidak bisa mengembalikan orang yang telah pergi, tetapi dapat membuka kembali suasana yang pernah ada. Beberapa nada pertama dari sebuah lagu terkadang cukup untuk membawa seseorang kembali ke tahun, tempat, dan orang tertentu yang bahkan sudah lama tidak terpikirkan.

Barangkali itulah yang akan terjadi malam ini.
Ketika gitar mulai berbunyi, ketika drum mulai dipukul, ketika lampu panggung menyala dan orang-orang mulai merapat, Bayu mungkin tidak berada di sana secara fisik. Tetapi sebagian dirinya akan hadir melalui mereka yang pernah bermain bersamanya.

Ia hadir dalam cerita yang mereka bawa, dalam lagu yang mereka pilih, dalam pertemanan yang masih tersisa, dan dalam ingatan yang tidak ikut mati ketika seseorang meninggalkan dunia.

Pada akhirnya, malam ini bukan tentang mencoba membuat Bayu kembali. Tidak ada musik yang mampu melakukan itu. Ini tentang memberi tempat bagi kenangan, agar seseorang yang pernah begitu dekat dengan musik dan kawan-kawannya tidak berhenti hanya sebagai nama yang tercetak dalam sebuah poster duka.

Bayu pernah bernyanyi bersama Tamasya Nada. Ia pernah menjadi bagian dari Silent, Everyday Enjoy, dan Keepclop. Ia pernah berada di dalam perjalanan musikal yang mempertemukannya dengan begitu banyak orang. Dan kini, orang-orang dari perjalanan itu kembali berkumpul untuk memainkan musik yang pernah menjadi bahasa mereka bersama.

Mungkin akan ada kesedihan. Mungkin juga akan lebih banyak tawa daripada yang dibayangkan. Sebab mengenang seorang kawan tidak selalu harus dilakukan dengan wajah muram. Kadang cara paling jujur untuk mengenangnya justru dengan melakukan sesuatu yang dulu membuat mereka merasa hidup: berkumpul, bercanda, memainkan musik, dan membiarkan malam berjalan bersama lagu-lagu.

Di Irish Coffee & Eatery, Rabu malam ini, musik akan kembali dimainkan. Nama-nama band yang pernah menjadi bagian dari perjalanan Bayu akan hadir dalam satu ruang, membawa cerita mereka masing-masing.

Dan di antara suara gitar, dentuman drum, sorak penonton, serta lagu-lagu yang mengalir dari panggung, mungkin akan ada satu kesadaran sederhana yang muncul di kepala banyak orang: seorang kawan telah pergi, tetapi perjalanan yang pernah ia jalani bersama mereka belum selesai diceritakan.

Malam nanti mereka tidak hanya memainkan musik untuk Bayu. Mereka sedang mengingat kembali bagian dari diri mereka sendiri yang pernah tumbuh bersama seorang bernama Kurnia Bayu alias Bayu Carrera.

Dan mungkin, begitulah sebuah skena menjaga ingatannya: bukan dengan membekukan seseorang dalam kenangan, tetapi dengan terus memainkan suara yang pernah mereka bagi bersama. (*)

In memoriam, Kurnia Bayu.

Irish Coffee & Eatery
Jalan Patriot No. 2, Simpang Lima, Garut
Rabu, 16 September 2026
Mulai pukul 18.30 WIB

Line-up:
Silent — Alternative Hits
Everyday Enjoy - Green Day
Keepclop — Red Hot Chili Peppers
Tamasya Nada feat. Levi - All around

MC: Rahayu Syifa

Support by: Face, Silent, Irish, Imoment Garut