• 13 Apr, 2026

Longsor Rusak Dua Rumah di Garut, Dapur Warga Jebol

Longsor Rusak Dua Rumah di Garut, Dapur Warga Jebol

Mediamassa.id – Bencana longsor yang terjadi di Kampung Sindanglaya, Desa Sukamenak, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIB, menyebabkan dua rumah warga mengalami kerusakan serius.

Rumah milik Ajo menjadi yang paling parah terdampak. Bagian dapur rumahnya jebol setelah tanah di belakang bangunan longsor. Kini, posisi rumah berada tepat di bibir tebing setinggi kurang lebih 15 meter dan dinilai sudah tidak layak huni. Ajo tinggal bersama istri, dua anak, serta ayah mertuanya di rumah tersebut.

1001178144.jpg

Sementara itu, rumah milik Mulyana yang berada di RW 09 RT 03 di kampung yang sama juga terdampak. Tanah di bagian belakang rumahnya kembali ambles, melanjutkan longsor sebelumnya yang telah mengikis habis lahan sekitar 4 meter hingga menyisakan tebing curam tepat di belakang bangunan.

1001178120.jpg

Warga menyebut kawasan tersebut memang rawan longsor. Bahkan, kejadian serupa sebelumnya sempat menelan korban jiwa dari salah satu warga di sekitar lokasi, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan potensi longsor susulan.

Pasca kejadian, petugas dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah melakukan peninjauan pada malam hari, disusul petugas dari dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang datang pada Minggu pagi untuk mengecek kondisi di lapangan.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerhati tata ruang, Eri Rahmat Al-Haidir, menyampaikan peringatan tegas kepada pemerintah daerah. Ia menilai situasi di lokasi sudah masuk kategori darurat dan tidak cukup ditangani dengan peninjauan semata.

“Pemerintah daerah harus segera mengambil langkah konkret. Relokasi warga yang berada di zona rawan ini sangat mendesak untuk dilakukan. Jangan menunggu sampai terjadi korban jiwa berikutnya,” tegasnya.

Eri juga mengingatkan bahwa kondisi tanah yang sudah mengalami longsor berulang menunjukkan tingkat kerentanan yang tinggi. Ia khawatir longsor susulan dengan skala lebih besar bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama jika curah hujan kembali meningkat.

“Ini bukan lagi potensi, tapi sudah kejadian berulang. Risiko longsor susulan sangat besar dan bisa lebih parah. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.

Warga pun berharap pernyataan tersebut segera ditindaklanjuti dengan langkah nyata, mulai dari relokasi sementara hingga permanen, serta penanganan teknis di kawasan rawan bencana. 

Dengan kondisi tanah yang masih labil dan bangunan yang telah rusak, situasi di Kampung Sindanglaya kini dinilai sangat genting dan membutuhkan respons cepat serta terukur dari pemerintah daerah. (*)