• 29 Jul, 2026

Wiwokdetok, Komunitas Jalan Kaki yang Menyatukan Langkah dan Cerita di Garut

Wiwokdetok, Komunitas Jalan Kaki yang Menyatukan Langkah dan Cerita di Garut

Mediamassa.id - Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat, lahir sebuah komunitas pejalan kaki di Garut yang menawarkan sesuatu yang berbeda. Namanya Wiwokdetok, sebuah komunitas yang diinisiasi oleh Manjasad, Denny "Emoh", dan Joy TUTAB. Bukan sekadar mengajak orang berjalan kaki, Wiwokdetok hadir sebagai ruang perjumpaan yang cair, tanpa sekat, di mana setiap langkah menjadi awal dari percakapan, persahabatan, hingga lahirnya berbagai gagasan baru.

348458.jpg

Berangkat dari aktivitas yang sederhana, ketiga penggagasnya percaya bahwa berjalan kaki merupakan cara paling mudah untuk menjaga kesehatan sekaligus membangun kembali budaya berinteraksi di ruang publik. Tanpa membutuhkan perlengkapan khusus maupun kemampuan fisik tertentu, siapa pun dapat bergabung dan menikmati perjalanan bersama.

Manjasad mengatakan, Wiwokdetok lahir dari keinginan sederhana untuk mengajak masyarakat lebih banyak bergerak sekaligus kembali menikmati kota dengan cara yang berbeda.

"Kami ingin menunjukkan bahwa olahraga itu tidak harus selalu berat. Jalan kaki adalah aktivitas yang paling mudah dilakukan semua orang. Dari situ kami ingin membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus mempertemukan orang-orang yang mungkin sebelumnya tidak saling mengenal," ujarnya.

Sementara itu, Denny "Emoh" melihat Wiwokdetok sebagai ruang yang mampu menyatukan berbagai latar belakang. Menurutnya, ketika berjalan bersama, status sosial, profesi, maupun usia menjadi tidak lagi penting.

"Yang menarik dari jalan kaki itu adalah obrolannya. Banyak ide muncul di perjalanan. Orang-orang bisa saling bertukar cerita tanpa ada jarak. Kami ingin Wiwokdetok menjadi ruang yang nyaman bagi siapa pun," kata Emoh.

Hal senada disampaikan Joy TUTAB. Penggerak skena musik independen Garut itu menilai Wiwokdetok bukan hanya soal kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan sosial.

"Kadang kita terlalu sibuk dengan pekerjaan dan gawai. Jalan kaki memberi kesempatan untuk berhenti sejenak, mengobrol, tertawa, dan menikmati suasana sekitar. Hal-hal sederhana seperti itu justru sering kita rindukan," tutur Joy.

348497.jpg

Bagi para penggagasnya, Wiwokdetok bukan komunitas yang mengejar kecepatan, jarak tempuh, atau target tertentu. Yang jauh lebih penting adalah kebersamaan. Setiap peserta bebas berjalan sesuai ritmenya masing-masing, menikmati suasana, saling mengenal, dan membangun hubungan yang lebih akrab tanpa tekanan untuk menjadi yang tercepat.

Semangat tersebut membuat Wiwokdetok terbuka bagi siapa saja. Mulai dari pelajar, pekerja, pelaku seni dan budaya, hingga masyarakat umum dapat bergabung tanpa syarat khusus. Keberagaman itulah yang justru menjadi kekuatan komunitas ini.

Di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan dipenuhi aktivitas digital, Wiwokdetok ingin mengingatkan bahwa kebersamaan tidak selalu harus dibangun melalui kegiatan yang rumit. Terkadang, percakapan terbaik justru lahir ketika orang-orang berjalan berdampingan, menikmati udara pagi atau sore, sambil menyusuri sudut-sudut kota.

Melalui langkah-langkah sederhana, Wiwokdetok berharap dapat menginspirasi semakin banyak masyarakat Garut untuk kembali menjadikan berjalan kaki sebagai bagian dari gaya hidup. Sebab bagi komunitas ini, setiap perjalanan bukan hanya tentang mencapai tujuan, melainkan tentang cerita, persahabatan, dan semangat untuk terus melangkah bersama. (*)