Mediamassa.id — Bukan acara buat yang suka obrolan steril dan jawaban aman. Ngadabrul, program live obrolan tanpa skrip besutan Man Jasad Hub X Ruang Senang, kembali mengudara Sabtu, 10 Januari 2026, mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai, langsung di YouTube.
Ngadabrul bukan talkshow. Ini ruang tabrakan pikiran. Ngobrol ngalir, kadang melebar, kadang nyenggol, tapi jujur. Seperti zine fotokopian yang ditulis dini hari: berantakan, tapi hidup.
Di edisi kali ini, Ngadabrul menghadirkan para pelaku skena dari lintas latar, bukan figur industri yang dibentuk manajemen, melainkan orang-orang yang tumbuh dari jalan, tongkrongan, gigs kecil, dan proses panjang.
Man Jasad, vokalis band metal ekstrem JASAD, hadir bukan sebagai ikon panggung besar, tapi sebagai pelaku skena yang sejak awal hidup di antara distorsi, keringat, dan konsistensi. Sosok yang tak hanya bicara musik, tapi juga cara bertahan hidup dengan kepala tetap tegak.
Di sisi lain ada Joy Tutab (Joykowi), drummer TUTAB, yang membawa sudut pandang musisi yang terus bergerak tanpa banyak basa-basi. Musik baginya bukan romantika, tapi kerja panjang yang harus jujur dijalani.
Ngadabrul juga menghadirkan Husin, skateboarder sekaligus reefer, representasi kultur jalanan yang lebih sering bicara lewat gerak ketimbang kata. Dunia papan, laut, dan kebebasan hidup berdampingan dalam caranya membaca realitas.
Adon, aktor yang dikenal luas lewat layar kaca, hadir sebagai pelaku skena, bukan selebritas. Di Ngadabrul, identitas aktor ditanggalkan. Yang bicara adalah manusia tongkrongan yang paham betul soal peran, topeng, dan kehidupan di baliknya.
Sementara itu Gege Sureggae, penulis dan pengelola media alternatif, berperan sebagai pengarah obrolan. Bukan host yang mendikte, melainkan penjaga alur agar diskusi tetap liar tapi bernas. Tulisan, pengalaman jalanan, dan refleksi panjang menjadi bahan bakar dialog.
Nama lain yang tak kalah penting, Aris Kharisma, entertainer sekaligus pelaku skena, hadir dengan gaya ceplas-ceplos. Humor, satir, dan pengalaman lapangan jadi bumbu yang membuat obrolan Ngadabrul jauh dari kesan sok serius.
Mereka semua datang sebagai individu pelaku skena. Tidak ada yang mewakili industri. Tidak ada yang sedang menjual citra. Yang ada hanya cerita, kegelisahan, tawa, dan sudut pandang yang kadang tidak nyaman, tapi perlu didengar.
Ngadabrul percaya bahwa skena bukan soal genre, profesi, atau popularitas. Skena adalah soal sikap—cara hidup, cara bertahan, dan cara tetap waras di dunia yang makin suka menyederhanakan segalanya jadi konten.
Live Ngadabrul Man Jasad Hub X Ruang Senang dapat disaksikan langsung di YouTube, Sabtu malam. Tidak ada kesimpulan baku. Tidak ada pesan sponsor yang dipaksakan.
Datanglah dengan kepala terbuka.
Pulanglah dengan kepala penuh.
Atau minimal, pulang dengan lebih banyak pertanyaan dari sebelumnya. (*)