• 10 May, 2026

Saka Bhayangkara Garut Belajar UMKM Jamur Tiram

Saka Bhayangkara Garut Belajar UMKM Jamur Tiram

Garut, mediamassa.id — Puluhan siswa yang tergabung dalam Saka Bhayangkara Kecamatan Cibatu dan Limbangan mengikuti kunjungan edukatif ke Sentra Jamur Tiram Edufarm BAGER sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan dan pengenalan dunia UMKM sejak dini.

Kegiatan tersebut berlangsung penuh antusias. Para siswa mendapatkan kesempatan melihat langsung proses budidaya jamur tiram, mulai dari pembuatan baglog, perawatan kumbung, hingga proses panen dan pemasaran hasil produksi.

Founder Sentra Jamur Tiram Edufarm BAGER, Eri Rahmat mengatakan, kegiatan edukasi seperti ini penting untuk membuka wawasan generasi muda terhadap potensi usaha berbasis pertanian dan pangan lokal.

Menurutnya, kebutuhan pasar terhadap jamur tiram terus meningkat setiap tahun, baik untuk konsumsi rumah tangga, restoran, hingga industri kuliner. Namun, jumlah pelaku budidaya masih belum mampu sepenuhnya memenuhi permintaan pasar.

“Jamur tiram memiliki prospek yang sangat baik. Permintaan pasar cukup tinggi karena selain sehat, jamur tiram juga mudah diolah menjadi berbagai produk makanan. Kami berharap siswa bisa melihat bahwa sektor pertanian dan UMKM memiliki peluang besar untuk masa depan,” ujar Eri Rahmat.

Ia menambahkan, budidaya jamur tiram juga relatif ramah lingkungan dan dapat dijalankan dengan modal yang terjangkau, sehingga cocok menjadi salah satu alternatif usaha produktif bagi generasi muda.

Selain mendapatkan edukasi kewirausahaan, para siswa juga diberikan materi dasar jurnalistik dan literasi media oleh Pemimpin Redaksi mediamassa.id, Ilmi Girindra.

Dalam pemaparannya, Ilmi Girindra menjelaskan pentingnya generasi muda memahami dasar-dasar jurnalistik di tengah perkembangan informasi digital yang sangat cepat. Ia menyampaikan bahwa pelajar perlu memiliki kemampuan memilah informasi, memahami fakta, serta mampu menyampaikan informasi secara baik dan bertanggung jawab.

“Anak muda hari ini hidup di era media sosial. Karena itu penting memahami jurnalistik dasar, mulai dari mencari fakta, melakukan wawancara, hingga menyusun informasi yang benar agar tidak mudah terpengaruh hoaks,” ujarnya.

Ia juga mendorong siswa untuk mulai berani menulis dan mendokumentasikan berbagai kegiatan positif di lingkungan sekitar sebagai bentuk pembelajaran literasi dan komunikasi publik.

Sementara itu, Pembina Saka Bhayangkara Cibatu dan Limbangan, Elin Marlina menuturkan bahwa kegiatan kunjungan edukatif ini bertujuan menanamkan semangat kemandirian, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan kepada para siswa.

“Kami ingin anak-anak belajar langsung dari pelaku usaha. Mereka bisa memahami bagaimana membangun usaha, mengelola produksi, hingga pentingnya disiplin dan inovasi dalam menjalankan UMKM,” kata Elin Marlina.

Dalam kunjungan tersebut, para siswa juga diajak berdiskusi mengenai peluang bisnis olahan jamur tiram, seperti keripik jamur, sate jamur, hingga produk makanan sehat yang kini semakin diminati masyarakat.

26768.jpg

Salah seorang peserta, Suci Ramadhani mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru dari kegiatan tersebut.

“Kami jadi tahu proses budidaya jamur tiram dari awal sampai panen. Ternyata peluang usahanya juga bagus dan bisa menjadi usaha masa depan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rahmabella Juwita yang merasa kegiatan edukasi seperti ini sangat bermanfaat bagi pelajar.

“Belajar langsung di lapangan membuat kami lebih memahami bagaimana UMKM dijalankan. Ini menambah motivasi untuk belajar mandiri dan kreatif,” katanya.

Sementara itu, Lia Yulianti menilai kunjungan tersebut membuka wawasan siswa terhadap pentingnya sektor pertanian modern dan usaha lokal.

“Kami jadi tahu kalau pertanian tidak selalu identik dengan pekerjaan lama, tapi bisa menjadi usaha modern yang menjanjikan,” ucapnya.

Peserta lainnya, Nelson Julian S. mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang berbeda dibanding pembelajaran di sekolah.

“Selain belajar disiplin di Saka Bhayangkara, kami juga diajarkan pentingnya memiliki keterampilan usaha dan kemampuan melihat peluang ekonomi di sekitar,” katanya.

Kegiatan edukasi ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Selain menambah pengetahuan tentang budidaya jamur tiram, para siswa juga memperoleh motivasi untuk mulai berpikir kreatif, produktif, dan memiliki kemampuan literasi yang baik sejak usia muda.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kedisiplinan dan kepedulian sosial melalui Saka Bhayangkara, tetapi juga memiliki kemampuan berwirausaha serta memahami pentingnya informasi dan komunikasi yang bertanggung jawab di era digital. (*)