Marching Band SMK Pasundan 2 Garut Pukau Acara Puncak HUT RI ke - 80
Marching band SMK Pasundan 2 Garut
Mediamassa.id — Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Alhadad di Garut terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui program pelatihan berbasis kebutuhan industri dan kewirausahaan.
Lembaga yang telah mengantongi izin operasional resmi ini mengusung nilai “Disiplin – Profesional – Mandiri” sebagai landasan dalam membentuk peserta pelatihan yang siap kerja maupun mandiri secara ekonomi. Berbagai program pelatihan disiapkan secara aplikatif, dengan pendekatan praktik langsung yang relevan dengan dunia usaha.
Kepala BLKK Alhadad, Hilmi Jamal Muttaqien, menegaskan bahwa pihaknya memberikan prioritas kepada masyarakat sekitar dalam proses rekrutmen peserta pelatihan.
“Peserta pelatihan kami utamakan berasal dari wilayah sekitar. Namun, tidak menutup kemungkinan juga bagi peserta dari daerah lain untuk ikut bergabung. Lama pelatihan 33 hari (260 jam),” ujarnya, Sabtu, (11/4/2026).
Ia menjelaskan, program pelatihan yang tersedia di BLKK Alhadad mencakup berbagai bidang keterampilan, khususnya di sektor kreatif dan industri rumahan. Di antaranya adalah pelatihan menjahit, fashion, hingga pengembangan mode fashion berbasis desain tekstil modern.
“Pelatihan ini tidak hanya fokus pada kemampuan teknis, tetapi juga mendorong peserta untuk memiliki daya saing dan kreativitas, terutama dalam mengikuti tren industri fashion yang terus berkembang. Selesai pelatihan, mereka mendapatkan sertifikat kompetensi berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sekitar 90 persen peserta pelatihan sudah terserap di berbagai kawasan industri, di antaranya Garut, Kuningan, Cirebon, hingga Bandung,” tambah Hilmi.
Hilmi melanjutkan, saat ini BLKK Alhadad juga tengah mengembangkan program pelatihan yang berorientasi pada kebutuhan tenaga kerja ke Jepang. Program ini tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan bahasa, tetapi juga mencakup pembentukan karakter kerja sesuai standar industri Jepang.
“Kami memberikan pelatihan bahasa Jepang, etika kerja, budaya industri, hingga pembentukan etos kerja khas Jepang seperti disiplin waktu, ketelitian, dan tanggung jawab tinggi. Ini penting karena kebutuhan tenaga kerja di Jepang bukan hanya soal skill, tapi juga sikap kerja,” jelasnya.
Untuk mengikuti program persiapan kerja ke Jepang tersebut, peserta dikenakan biaya pelatihan sekitar Rp6 juta. Biaya ini mencakup pembelajaran bahasa Jepang dasar hingga menengah, penguatan komunikasi, simulasi wawancara kerja, pembekalan budaya kerja, serta pelatihan mental dan kedisiplinan. Sementara itu, biaya lain di luar pelatihan—seperti administrasi, keberangkatan, dan kebutuhan personal—tidak termasuk dalam paket tersebut.
“Kami sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa perusahaan Jepang. Mereka membutuhkan tenaga kerja terampil dalam jumlah cukup besar, dan kami berupaya menyiapkan SDM yang sesuai dengan standar mereka,” ujar Hilmi.
Ia menambahkan, peluang kerja ke Jepang menjadi salah satu opsi strategis dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya bagi generasi muda di daerah. Oleh karena itu, BLKK Alhadad berupaya menghadirkan pelatihan yang tidak hanya kompetitif di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar kerja internasional.
Sementara itu, Eri Rahmat Al-Haidir yang juga dikenal sebagai praktisi usaha, menegaskan bahwa keberadaan BLKK Alhadad tidak terlepas dari semangat kolektif masyarakat dalam menghadirkan ruang pelatihan yang bermanfaat.
Ia merupakan salah satu penggagas atau inisiator terbentuknya BLK di Kecamatan Sukawening. Menurutnya, keberlanjutan lembaga ini menjadi hal yang penting agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat luas.
“Harapannya BLK ini tetap eksis dan terus memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Pelatihan seperti ini sangat penting, karena tidak hanya menciptakan tenaga kerja, tapi juga membuka peluang usaha. Apalagi sektor fashion dan tekstil punya pasar yang luas jika dikelola dengan baik,” ungkapnya.
Dengan kombinasi antara pelatihan teknis, penguatan karakter, serta dukungan dari para penggagas dan praktisi usaha, BLKK Alhadad diharapkan mampu menjadi salah satu pusat pengembangan SDM unggulan di daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas. (*)
Marching band SMK Pasundan 2 Garut